Apa Itu Window Dressing Dan January Effect?

Apa Itu Window Dressing Dan January Effect?

A trader is pictured in front of the DAX board at the Frankfurt stock exchange March 28, 2011. REUTERS/Alex Domanski

Pada Bulan Desember ini, banyak orang yang berkecimpung di dunia Pasar Modal, membicarakan mengenai “Window Dressing” dan “January Effect”. Namun banyak yang belum mengerti apa istilah tersebut, utamanya bagi pemula di Pasar Modal. Mari kita cermati satu per satu apa yang dimaksud dari “Window Dressing” dan “January Effect”.

  • Window Dressing

Istilah ini merujuk pada trik marketing yang biasanya dilakukan oleh para fund manager untuk memperbaiki kinerja portofolio-nya. Idenya adalah dengan membeli saham-saham yang kinerjanya sedang bagus (harganya sedang naik) menjelang pengumuman laporan keuangan pada akhir kwartal.

Para fund manager yang melakukan ‘Window dressing’ biasanya akan menjual saham-saham yang kinerjanya kurang memuaskan dan menukarnya dengan membeli saham-saham yang kinerjanya sedang bagus sehingga portofolio-nya tampak lebih menjanjikan. Trader yang masuk pada saham-saham pilihan saat musim ‘Window dressing’ sebaiknya tidak menahan terlalu lama karena lonjakan harga tersebut biasanya hanya sementara.

  • January Effect

Istilah ini merujuk pada keadaan anomali khususnya pada pasar saham, dimana harga-harga saham naik pada bulan Januari. Biasanya trader membeli saham-saham pada harga yang relatif rendah sebelum Januari dan menjualnya setelah harga naik. Fenomena ini terjadi karena para investor perorangan yang sensitif terhadap pajak pendapatan biasanya menjual saham-saham yang merugi, atau saham-saham kecil yang kurang menguntungkan pada akhir tahun (karena alasan pajak) dan membelinya kembali pada awal bulan Januari.

Pada pasar forex yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika indeks harga saham menguat berarti terjadi risk appetite (kecenderungan untuk lebih berani mengambil resiko) pada saham-saham sehingga nilai tukar mata uang cenderung melemah. Seperti yang pernah terjadi di AS, ketika indeks saham S&P 500 dan indeks Dow Jones 30 menguat tajam maka USD cenderung melemah. Jadi ‘January effect’ biasanya menyebabkan indeks saham naik dan nilai tukar mata uang melemah, dan terjadi hanya sementara.

Sumber: www.clarkfinancial.com : Can You Make Money with Stock Market Seasonality Patterns?

Masih Galau Soal Market??? Hayatilah Apa Itu “The Power Of Now”

Masih Galau Soal Market??? Hayatilah Apa Itu “The Power Of Now”

EckhartTolle

Pada Kesempatan ini, Go Saham akan berbagi motivasi untuk rekan-rekan trader sekalian. Dengan kondisi Market yang luar biasa fluktuatif, pasti banyak mengalami dengan pencapaian yang tidak sesuai target, penat karena saham yg dibeli turun banyak, pikiran yang tidak tenang, dll. Namun sebetulnya jika kita mengetahui bagaimana cara bekerjanya kehidupan dan ilmu kehidupan, maka kita tidak akan mengalami seperti yang disebutkan sebelumnya. Go Saham akan berbagi nasehat mengenai arti bersyukur, lapang dada, dan menerima keadaan sekarang dalam tulisan “The Power Of Now” dari Eckhart Tolle bagi teman-teman trader sekalian, berikut tulisan resume dari Beliau:

The Power of Now, by Eckhart Tolle

  1. You are not your mind. Be aware of your thinking.

“Being must be felt. It can’t be thought.”

“The primary cause of unhappiness is never the situation but thought about it. Be aware of the thoughts you are thinking. Separate them from the situation, which is always neutral. It is as it is.”

“In today’s rush we all think too much, seek too much, want too much and forget about the joy of just Being.”

  1. There is no past. There is no future. Only the present moment.

Problems are created because we are stuck in the past or future.

“Stress is caused by being “here” but wanting to be “there,” or being in the present but wanting to be in the future.”

“The past has no power over the present moment.”

“Realize deeply that the present moment is all you have. Make the NOW the primary focus of your life.”

“As soon as you honor the present moment, all unhappiness and struggle dissolve, and life begins to flow with joy and ease. When you act out the present-moment awareness, whatever you do becomes imbued with a sense of quality, care, and love – even the most simple action.”

“The mind unconsciously loves problems because they give you an identity of sorts.”

“Unease, anxiety, tension, stress, worry — all forms of fear — are caused by too much future, and not enough presence. Guilt, regret, resentment, grievances, sadness, bitterness, and all forms of nonforgiveness are caused by too much past, and not enough presence. Most people find it difficult to believe that a state of consciousness totally free of all negativity is possible. And yet this is the liberated state to which all spiritual teachings point. It is the promise of salvation, not in an illusory future but right here and now.”

  1. Be aware of the difference between your “life” and “life situation.”

“Life will give you whatever experience is most helpful for the evolution of your consciousness. How do you know this is the experience you need? Because this is the experience you are having at the moment.”

“Whatever the present moment contains, accept it as if you had chosen it.”

“Any action is often better than no action, especially if you have been stuck in an unhappy situation for a long time. If it is a mistake, at least you learn something, in which case it’s no longer a mistake. If you remain stuck, you learn nothing.”

  1. Be aware of your Pain-Body.

“Just as you cannot fight the darkness, you cannot fight the pain-body. Trying to do so would create inner conflict and thus further pain. Watching is enough. Watching it implies accepting it as part of what *is* at that moment.”

“The pain-body, which is the dark shadow cast by the ego, is actually afraid of the light of your consciousness. It is afraid of being found out.”

  1. Take care of the inside.

“You attract and manifest whatever corresponds to your inner state.”

“If you get the inside right, the outside will fall into place. Primary reality is within; secondary reality without.”

“Your outer journey may contain a million steps; your inner journey only has one: the step you are taking right now.”

“If you get the inside right, the outside will fall into place.”

  1. Drop the negativity.

“Once you have identified with some form of negativity, you do not want to let it go, and on a deeply unconscious level, you do not want positive change. It would threaten your identity as a depressed, angry or hard-done by person. You will then ignore, deny or sabotage the positive in your life. This is a common phenomenon. It is also insane.”

“The light is too painful for someone who wants to remain in darkness.”

“See if you can catch yourself complaining, in either speech or thought, about a situation you find yourself in, what other people do or say, your surroundings, your life situation, even the weather. To complain is always nonacceptance of what is. It invariably carries an unconscious negative charge. When you complain, you make yourself into a victim.”

“Where there is anger there is always pain underneath.”

“Is there a difference between happiness and inner peace? Yes. Happiness depends on conditions being perceived as positive; inner peace does not.”

  1. Pay attention and surrender to the Now.

“Accept — then act. Whatever the present moment contains, accept it as if you had chosen it. Always work with it, not against it. Make it your friend and ally, not your enemy. This will miraculously transform your whole life.”

“The moment that judgment stops through acceptance of what is, you are free of the mind.”

“If you are present, there is never any need for you to wait for anything. So next time somebody says, “Sorry to have kept you waiting,” you can reply, “That’s all right, I wasn’t waiting. I was just standing”

“Gratitude for the present moment and the fullness of life now is true prosperity.”

Yuk Kenalan Sama Mr. Market

Yuk Kenalan Sama Mr. Market

 

Dalam Investasi di Bursa, Pergerakan Market adalah sesuatu yang susah diprediksi, banyak analis yang mencoba menebak nebak arah market mau kemana, IHSG besok naik atau turun, juga ada yang menebak-nabak dengan berbagai macam faktor. Sejauh pengetahuan penulis “Tidak ada yang bisa tau kemana arah Market”. Tahun lalu ketika IHSG 5500 banyak analis yang bilang bahwa IHSG akan menuju 6000, di tahun 2008 ketika pasar panik sampai BEI melakukan batas penurunan, banyak analis juga melakukan analisa bahwa IHSG akan tembus dibawah 1500, faktanya belum mencapai 1500 IHSG langsung Rebound. So Kita harus gimana dunk? justri itu kita harus kenalan dengan Mr. Market supaya tidak amsiong lagi.

Siapa itu Mr. Market?

Mr. Market adalah istilah yang digunakan oleh Benjamin Graham di buku Intellegent Investor. Ketika Anda Investasi Saham Partner terbesar Anda adalah Mr. Market. Mr. Market adalah seorang yang punya mood swing sangat tinggi seperti seseorang yang terkena penyakit Bipolar Disorder. Ketika Mr. Market sedang Happy dia akan menaikkan harga seenaknya sendiri, Euforia sehingga harga menjadi tidak masuk akal. Jika Mr. Market lagi galau dia menjadi Depressi, dia mengobral harga sehingga harga menjadi Luar biasa murah, dan dibawah nilai intrinsiknya.

Cara kita sebagai investor ritel mengambil keuntungan dari kondisi ini adalah Jangan membeli saham ketika Mr. Market lagi happy, belilah saham ketika Mr. Market sedang Galau. ketika Mr Market sedang Galau harga saham akan terdiskon sangat murah disitulah Anda baru masuk.

Mr. Market itu Partner, bukan Boss Anda

the-return-of-uncertainty-and-how-investors-can-deal-with-it-safal-niveshak-46-728

Warren Buffet selalu mengakatakan “Mr Market ada untuk membantu Anda bukan untuk memerintah Anda”. Banyak Investor gagal dalam berinvestasi saham karena mereka menjadikan Mr. Market sebagai Boss. Ketika Mr. Market Happy harga menjadi sangat tinggi Kita malah ikut-ikutan Happy (ikut beli), sedangkan ketika Mr. Market lagi Galau eh kitanya malah ikut-ikutan Galau. Seharusnya jutsru kebalikannya, Ketika Mr. Market Happy kita harus galau karena harga yang dijual jadi tinggi kita jadi nggak bisa beli. Ketika Mr. Market Galau seharusnya kita happy, ibarat kita mau beli rumah Mr. Market lagi obral rumahnya karena lagi galau-butuh duit.

Terus Gimana caranya?

berikut adalah beberapa tips sederhana untuk mengenal Mr. Market:

  • Hindari membeli ketika harga saham (berfundamental baik) pada posisi High Year To Date, belilah ketika harga pada posisi low Year to Date atau lebih baik pada 5 Years Low.
  • Hindari membeli saham ketika skor P/E Ratio diatas 12, belilah saham ketika P/E ratio dibawah 10, kecuali saham yang Luar Biasa baik (UNVR,dll)
  • Lakukan Management Portofolio yang baik, hanya gunakan max 15% modal dalam 1 emiten & jangan gunakan margin.
  • Berinvestasilah dalam Range mingguan bukan harian. maka anda akan tenang menjalaninya.

Saham Apa yang masuk Kriteria Mr. Market Galau?

Sebenarnya banyak saham yang sedang diobral murah, akan tetapi kembali ke Time Frame Investasi Anda. Untuk Saat ini (16/12/2015), kami melihat saham UNTR sedang galau, baru kemarin terjadi rebound yang sangat tinggi, akan tetapi penulis sudah akum sejak minggu lalu :D. KLBF juga pada posisi Galau, karena support berada di harga 1.250, selain itu ada saham SSIA yang pada posisi area low. (Disc On).

Semoga artikel tentang Mr. Market bermanfaat untuk para pembaca :D. Terima Kasih

Yuk Belajar Saham Bareng-bareng

Bagi yang berminat bergabung di Komunitas GoSaham bisa add FB Penulis atau kontak via WA 087835702233, Kita ada grup FB & WA sebagai wadah untuk share info bersama

Ingin Sukses, Inilah Nasehat Bijak Owner Garuda Food

Ingin Sukses, Inilah Nasehat Bijak Owner Garuda Food

sudhamek_416x416

Siapa yang tidak ingin memiliki impian menjadi orang yang mampu mencapai kesuksesan, pastinya semua ingin mencapai itu. Namun untuk mencapai itu, kita memerlukan seorang panutan/ contoh/ role model yang telah mengalami pengalaman dan mencapai hikmah perjalanan usaha berliku. Ada seseorang owner dari perusahaan besar bernama Sudhamek AWS yang memiliki Garuda Food. Beliau termasuk 40 orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes. Beliau membagikan nasehat untuk setiap orang jika ingin mencapai kesuksesan di segala bidang, tidak terkecuali bagi para Investor di dunia saham. Berikut Nasehat dan Kata Bijak dari Sudhamek AWS Sang Owner Garuda Food:

Sukses Berbisnis Dengan Spiritual

Om money come to my home

3 jenis manusia terdiri dari :

  1. Pemberi
  2. Transaksional (selalu memikirkan untung rugi)
  3. Penerima

Yang akan sukses dan gagal adalah pemberi. Sedangkan no 2 dan 3 akan jadi org biasa2.

Syarat pemberi sukses : tulus dan cerdas. Jika hanya tulus, akan gagal.

3 jenis kehidupan :

  1. Hidup menyenangkan

contoh : yang mengejar materi, bisa foya2.

hasil : Tidak ada hubungan dengan kebahagiaan.

  1. Hidup yang sehat

contoh : yang cenderung balance, mau sehat, makan yang sehat, olahraga.

hasil : Hanya sedikit hubungan dengan kebahagiaan.

  1. Hidup yang bermakna

contoh : hidup dgn spiritual, tidak ego sentris, berdedikasi.

hasil : Banyak hubungan dgn kebahagiaan.

Kehidupan kita sdh lama mengembara tidak ada tujuan, mengapa tidak mencoba yang baru, supaya hidup bisa berkelanjutan dgn baik.

Formula kebahagiaan :

Apa yang dilihat orang rata2 : Apa yang kita miliki / (dibagi dengan) keinginan.

Karena keinginan adalah tak terhingga, sehingga hampir mustahil mencapai kebahagiaan.

Apa yang dilihat orang dgn hidup bermakna : Mensyukuri apa yang dimiliki / (dibagi dengan) mendapat apa yang anda inginkan

Jika rasa bersyukur tinggi terhadap apa yang kita dapatkan, maka kebahagiaan akan tinggi.

Kunci ekonomi spiritual :

  1. Kerja keras melalui kejujuran, keahlian, komitmen.
  2. Cara penggunaannya : 50% utk investasi kembali, 25% utk tabungan/menyumbang, 25% utk sehari2.
  3. Bergaul dengan orang yang tepat.
  4. Hidup dengan kemampuan yang ada. Berhutang boleh asal punya kemampuan membayar.

Cara memperoleh kekayaan/sukses:

  1. Cara memperolehnya dgn benar, baik secara agama, hukum, dan etika.
  2. Cara menggunakannya dgn benar, digunakan untuk kepentingan sendiri bisa saja asal tidak merugikan yang lain.
  3. Cara pandang batin kita. Kebahagiaan kita tidak tergantung dengan kepemilikan. Kekayaan harus menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Mengembangkan perusahaan berbasis spiritual.

Pendekatan utk kebaikan semua pihak, karyawan, investor, supplier, pelanggan, dan lingkungan, jadi bukan dengan agama.

Keyakinan akan jalan yang kita tempuh akan melahirkan energi utk sukses.

Pertanyaan, apakah spiritual dan bisnis bisa bersatu?

Arti dari perusahaan spiritual :

– perusahaan : kumpulan dari sebuah komunitas yang memiliki tujuan yang sama.

– spiritual : membangun orangnya.

– perusahaan spiritual : komunitas yang membangun orang2nya.

Cara membangun bisnis:

  1. Tentukan nilai2 spiritual terlebih dulu
  2. Tentukan jenis bisnis yang sesuai dgn nilainya
  3. Membangun budaya sesuai nilai, dengan cara membangun sistem
  4. Menyentuh setiap karyawan, supaya mereka berkembang

Lakukan Key Performing Index di organisasi. Dengan adanya KPI dari dan untuk atasan, bawahan, dan rekan sederajat.

Cara merubah nasib :

Ubah kesadaran, tindakan berubah, kebiasaan berubah, karakter berubah, maka nasib berubah.

Aksara china mendengar, terdiri dari :

– telinga utk mendengar,

– mata utk mengamati,

– hati yang terbuka,

– dan akhirnya akan jadi raja.

Karena itu, selalu terbuka.

Hati-hati jika profesi kita adalah membagi ilmu. Karena ada kebiasaan didengar oleh semua level, baik tua, muda, kaya, miskin. Nantinya rasa sombong menjadi besar.

Ini adalah paradigma kemerosotan : dari hati pemula (yang terbuka utk perubahan) menjadi hati ahli (yang tertutup utk perubahan).

Beberapa hal :

– Membangun budaya butuh waktu.

– Jika dirugikan oleh pesaing, tempuh jalur hukum. Jika kalah juga sdh berusaha maksimal.

– Jalankan jika sudah siap. Jika tidak siap, lakukan kompromi sambil bersiap lagi.

– Jika orang sdh melihat kebaikan kita, mereka akan menghormati kita.

– Tantangan terbesar mendirikan perusahaan spiritual ada di dalam kita, bukan dari luar.

– Inti dari spiritual adalah kebijaksanaan, diwujudkan dgn welas asih, dan dikembangkan dgn kesadaran penuh.

Money comes and goes, spirituality comes and grows.

Ingin Sukses Investasi Saham, Inilah 25 Aturan Dari Peter Lynch

Ingin Sukses Investasi Saham, Inilah 25 Aturan Dari Peter Lynch

peter-lynch

Jika Anda adalah pengamat di Dunia Saham, maka akan pernah mendengar nama Peter Lynch dimana Beliau adalah seorang pebisnis dan pengelola dana besar(Reksadana) tersukes dalam zaman modern ini dari tahun 70an hingga 90an dengan growth asset sebesar 29% per tahun. Jika Anda ingin sukses menjadi Investor dalam dunia Saham, maka perlu memperhatikan 25 Aturan Investasi yang dilakukan Peter Lynch selama ini. Berikut GoSaham akan menuliskan:

25 Aturan Investasi Dari Peter Lynch

  1. Investasi itu menyenangkan, bergairah, dan berbahaya jika anda tidak mengerjakan PRmu.
  2. Keunggulan anda sebagai investor bukanlah sesuatu yang didapat dari ahli saham di Wall Street. Anda bisa mengalahkan para ahli jika anda berinvestasi di perusahaan yang anda ketahui.
  3. Selama 30 tahun terakhir, pasar saham dipenuhi oleh para profesional investor. Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, ini membuat lebih gampang investor amatir, anda, untuk mengalahkan pasar jika anda mengacuhkan gerombolan itu.
  4. Di belakang setiap saham ada perusahaan. Cari tahu apa yang dia lakukan.
  5. Sering tidak ada hubungan antara kisah sukses perusahaan dalam beroperasi dengan kesuksesan saham untuk jangka pendek. Tapi untuk jangka panjang, hubungan ini adalah 100 persen. Dan perbedaan inilah kunci menghasilkan untung. Adalah berharga untuk sabar, dan memiliki perusahaan yang sukses.
  6. Anda harus mengetahui apa yang anda miliki, dan mengapa anda memilikinya. “Ini akan segera naik!!!!!” tidaklah termasuk.
  7. Lemparan jarak jauh cenderung untuk meleset.
  8. Memiliki saham seperti memiliki anak – jangan terlibat dengan jumlah yang melebihi kapasitas anda.
  9. Jika anda tidak bisa menemukan perusahaan yang menarik bagi anda, taruhlah uang anda di bank sampai anda menemukannya.
  10. Jangan pernah berinvestasi di perusahaan tanpa mengerti keuangannya. Kerugian terbesar datang dari saham dengan laporan keuangan yang jelek. Selalu lihat laporan keuangan untuk melihat apakah perusahaannya kuat sebelum anda mempertaruhkan uang anda.
  11. Hindari saham favorit di industri favorit. Perusahaan hebat, di industri yang dingin, konsisten sebagai pemenang.
  12. Dengan perusahaan kecil, anda lebih baik menunggu sampai mereka menghasilkan laba sebelum anda berinvestasi.
  13. Jika anda ingin berinvestasi di perusahaan yang bermasalah, belilah perusahaan yang memiliki kekuatan bertahan. Dan tunggu signal pemulihannya. Ada industri yang tidak akan pernah membaik.
  14. Jika anda berinvestasi $ 1.000 di saham, paling sial anda akan kehilangan $ 1.000, tapi jika anda sabar, keuntungan $ 10.000 atau $ 50.000 menanti anda. “Orang2 biasa” biasa dapat memegang beberapa perusahaan terbaik, sedangkan para fund manager wajib melakukan diversifikasi. Dengan memiliki terlalu banya saham, anda kehilangan keuntungan dari konsentrasi. Diperlukan hanya sedikit saham pemenang untuk menghasilkan keuntungan maksimal seumur hidup.
  15. Di setiap industri dan daerah, selalu ada orang amatir yang bisa menemukan perusahaan hebat yang sedang bertumbuh jauh sebelum dilakukan para profesional.
  16. Penurunan di pasar saham adalah kepastian seperti badai Januari di COlorado. Jika anda bersiap, ini tidak akan melukai anda. Penurunan adalah kesempatan untuk memungut diskon yang ditinggalkan oleh kepanikan investor yang kabur dari badai.
  17. Setiap orang memiliki kecerdasan untuk sukses di saham, tapi tidak untuk mental. Jika anda cenderung panik, anda harus menghindari berinvestasi di pasar saham.
  18. Selalu ada yang harus dikuatirkan. Hindari beban di weekend, dan jauhi prediksi para analis. Jual saham hanya ketika fundamental berubah, bukan karena langit jatuh.
  19. Tidak ada yang bisa memprediksi suku bunga, masa depan ekonomi, ataupun pasar saham. Jauhi semua ramalan dan konsentrasi saja pada apa yang sedang terjadi di perusahaan yang anda investasikan.
  20. Jika anda mempelajari 10 perusahaan, anda akan menemukan 1 yang bagus. Jika anda melihat 50, anda akan menemukan 5. Selalu ada kejutan menyenangkan di pasar saham – perusahaan yang diabaikan oleh para ahli.
  21. Jika anda tidak memperlajari perusahaan, rasio sukses anda di pasar saham sama seperti jika anda bermain poker tanpa melihat kartu.
  22. Waktu ada di pihak anda ketika anda memiliki perusahaan yang hebat. Yang penting anda sabar menanti – bahkan jika anda melewatkan wall-mart di 5 tahun pertama, adalah saham yang bagus untuk 5 tahun berikutnya.
  23. Jika anda ada mental, tapi tidak ada waktu atau kemampuan mengerjakan PR, investasikan dalam reksadana. Diversifikasi menurut keperluan dan jenis reksadananya. Memiliki 6 yang sama bukanlah diversifikasi.
  24. Di antara pasar saham utama di dunia, pasar Amerika ada di urutan 8 profit sepanjang 10 tahun terakhir. Anda bisa mendapat lebih dengan berinvestasi pada perusahaan yang bagus di luar negeri.
  25. Di jangka panjang, portofolio yang disusun dari saham yang bagus cenderung mengalahkan pasar uang. Di jangka panjang, portofolio yang disusun dari saham jelek tidak akan mengalahkan uang yang disimpan di bawah kasur.

Apa Itu ROA, ROE, ROI? Berpengaruhkah Dalam Valuasi Emiten Saham??

Apa Itu ROA, ROE, ROI? Berpengaruhkah Dalam Valuasi Emiten Saham??

 

Kita dalam menjadi Investor, membutuhkan beberapa Variabel yang digunakan untuk menghitung suatu Valuasi Perusahaan apakah layak menjadi tempat investasi atau tidak. Variabel seperti ROA, ROE, ROI serta PBV sering menjadi pertimbangan seorang Investor akan membelinya atau tidak.

Pengertian, Definisi Return on Investment

Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan ukuran atau indeks yang menunjukkan sebarapa besar laba atau keuntungan yang di dapat atas investasi yang telah ditanam pada perusahaan. Dengan kata lain seberapa besar investasi yang telah ditanam dapat dikembalikan menjadi keuntungan atau laba.

Return on Assets, ROA, Laba atas Aset

Laba atas Aset merupakan rasio keuangan yang merepresentasikan seberapa efektif  aset perusahaan digunakan  untuk menghasilkan laba.  Rasio ini memberikan informasi besarnya laba yang diperoleh dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Laba bersih adalah laba setelah bunga dan pajak, atau earning after interest and tax. Total asset merupakan modal dari pinjaman dan modal sendiri. Jadi pada dasarnya rasio ini menunjukkan laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri dan modal pinjaman. Formula untuk menghitung rasio Return on Assets, ROA, adalah sebagai berikut:

ROA = Laba bersih / Total Assets

Dari formulanya diketahui bahwa Return on Assets, atau ROA menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari seluruh asset yang dimilikinya. Nilai rasio 0,25 atau 25 persen menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 25 persen dari total asetnya.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari total asset perusahan menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan, semakin baik kinerja perusahaan tersebut.

Return on Equity, ROE, Laba atas Ekuitas

Laba atas ekuitas, atau Return on Equity, atau ROE merupakan rasio keuangan yang dapat  menunjukkan besarnya laba bersih  yang diperoleh dari ekuitas yang dimiliki perusahaan. Sedangkan equity merupakan modal yang dimiliki perusahaan sendiri, bukan dari pinjaman. Jadi pada dasarnya rasio ini menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh dari modal sendiri. Formula untuk menghitung rasio Return on Equity, ROE, adalah sebagai berikut:

ROE = Laba bersih / Ekuitas

Dari formulanya diketahui bahwa Return on Equity, atau ROE menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari equity yang dimilikinya. Nilai rasio 0,20 atau 20 persen menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 20 persen dari ekuitasnya.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari ekuitas menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri. ROE tinggi akan menyebabkan posisi pemilik modal perusahaan semakin kuat.

ROE > EM

Dimana EM adalah angka pengganda ekuitas ( equity multiplier )

EM = ( total aktiva ) / ( ekuitas )

Angka EM menunjukkan perbandingan antara total aktiva dengan total ekuitas. Makin besar angka EM maka komponen sumber dana dalam bentuk modal sendiri untuk membiayai aktiva semakin kecil. Jika ingin meningkatkan profitabilitas ( ROE dan ROA semakin besar ), maka bank mengalami penurunan dalam hal likuiditas karena angka EM makin besar yakni, yang berarti kewajiban bank semakin meningkat.

Pustaka:

Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta

Prihadi, T., 2008, “ 7 Deteksi Cepat Kondisi Keuangan: Analisis Rasio Keuangan, Studi Kasus Perusahaan Indonesia”, Penerbit PPM., Jakarta.

Mana Yang Lebih Menguntungkan, Invest? Atau Menabung?

Mana Yang Lebih Menguntungkan, Invest? Atau Menabung?

 

Menabung atau Investasi? Jika penulis ingin bertanya hal tersebut, menurut Anda apa jawaban yang bisa Anda berikan atau apakah ada perbedaan di antara keduanya?

Sebelum saya membahas tentang Menabung dengan Investasi, izinkan penulis menyampaikan beberapa hal terlebih dahulu. Penulis teringat pada masa kanak-kanak dahulu bagaimana orangtua mengajarkan arti menabung, yaitu dengan menempatkan dana pada “celengan” dan ketika sudah penuh maka kita bisa mengambil uang yang sudah terkumpul setelah periode waktu tertentu.

Ketika beranjak dewasa, kita mulai mengenal dengan istilah Bank, di mana kita menyetor sejumlah uang tertentu dan kita diwajibkan membuka suatu rekening di bank tersebut. Setelah sekian lama menabung di bank dan bahwa sebenarnya Menabung bukanlah Investasi. Mengapa demikian?

Dalam sepengetahuan penulis saat ini ketika artikel ini dibuat, bunga bank sekarang berkisar antara 3-4% untuk tabungan dan sekitar 6-8% untuk deposito. Pertanyaan saya selanjutnya, apakah Anda tahu mengenai inflasi?

Penulis yakin Anda pernah mendengar kata inflasi, namun apakah Anda benar-benar mengetahui arti sesungguhnya arti inflasi yang sebenarnya? Secara sederhana, inflasi berarti kenaikan harga di dalam suatu perekonomian negara.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, rata-rata inflasi Indonesia antara 2005-2010 berkisar 8% hingga 9%. Artinya setiap tahun terdapat kenaikan harga sebesar 8%-9% pada kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

Pengertian lainnya, kita harus membayar “lebih mahal” untuk kebutuhan pokok tersebut setiap tahunnya. Misalnya, harga beras saat ini Rp100.000/kg dengan inflasi 9%, maka kita harus membayar lebih mahal sebesar Rp109.000/kg.

Jika Anda bandingkan suku bunga bank saat ini dengan inflasi, menurut Anda saat ini apakah uang yang sudah Anda tabung setiap tahunnya mengalami kenaikan atau penurunan? Penulis yakin jawaban pertanyaan tersebut adalah penurunan.

Itulah sebabnya bank saat ini bukan tempat yang aman untuk kita berinvestasi. Bank hanya bisa digunakan untuk emergency fund (akan dibahas lebih lanjut pada artikel selanjutnya) atau kebutuhan sehari-hari dalam jangka waktu pendek.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika kita ingin mengembangkan uang kita? Maka jawaban yang paling tepat adalah INVESTASI. Masalahnya, bagaimana kita berinvestasi? Produk apa yang tepat untuk kita investasi?

Jika kita mengingat orang-orang zaman dahulu bahkan sampai sekarang, maka jawaban yang umum adalah tanah dan emas. Mengapa? Jawaban sederhananya adalah jumlah populasi yang bertambah menyebabkan harga tanah menjadi naik, sedangkan emas adalah sumber daya alam yang habis terpakai. Artinya, suatu saat supply emas akan habis, padahal emas merupakan produk investasi yang sering digunakan untuk investasi jangka panjang, tidak goyah terhadap inflasi dan sebagai perhiasan.

Masalah umum yang terjadi yaitu, kita membutuhkan modal yang umumnya relatif besar untuk investasi tanah dan penyimpanan jika kita berinvestasi pada emas.

Itulah sebabnya, penulis juga ingin menambahkan ada produk investasi lainnya, yaitu produk-produk yang terdapat di Pasar Modal misalnya Obligasi, Reksa Dana maupun Saham.

 

Sumber

Apakah PER Itu?? Seberapa Pengaruhnya Dalam Valuasi Emiten?

Apakah PER Itu?? Seberapa Pengaruhnya Dalam Valuasi Emiten?

logo-idx_20151118_163244

PER dikenal sebagai salah satu indikator terpenting di pasar modal. Definisi resminya kira-kira adalah suatu rasio yang menggambarkan bagaimana keuntungan perusahaan atau emiten saham (company’s earnings) terhadap harga sahamnya (stock price).

Perhitungan rasio P/E atau PER dilakukan dengan cara membagi harga saham saat ini (current price of the stock) dengan keuntungan tahunan per saham (annual earnings per share-EPS).

Misalnya, emiten saham ABCD mempunyai keuntungan bersih per saham (earning per share) sebesar Rp200, dengan harga sahamnya saat ini Rp2.000 per lembar, maka PER ABCD adalah 10. Artinya jika kita berinvestasi saat ini pada saham ABCD maka masa kembali modal pokoknya (payback period)-nya sekitar 10 tahun.

Mengapa demikian? Itu karena kita membeli saham tersebut dengan 10 kali laba bersih per sahamnya (EPS) dengan asumsi inflasi 0% dan ABCD mempunyai tingkat keuntungan tetap Rp200 per saham.

Untuk mendapatkan tingkat imbal hasil saham (return), maka cukup dihitung dengan 1/PER saja, sebagai contoh imbal hasil ABCD adalah 1/10, yaitu 10% per tahunnya.

Kemudian kita bandingkan dengan return pasar, apabila return saham lebih tinggi dari return pasar, maka saham tersebut layak dibeli begitu juga sebaliknya. PER juga dapat dipakai untuk membandingkan kinerja antar saham atau antar sektor bahkan antar pasar dalam skala regional ataupun global.

PER juga merupakan angka psikologis bagi value investor dimana PER yang kecil akan lebih menarik dibandingkan dengan PER tinggi. PER rendah ini disebabkan oleh laba per saham yang relatif tinggi dibandingkan dengan harga sahamnya, sehingga tingkat return-nya lebih baik dan payback period-nya lebih singkat lagi. PER yang kecil merupakan salah satu pertimbangan utama bagi value investing di samping faktor-faktor lainnya.

Maka PER saham yang lebih tinggi dari PER pasar kurang baik untuk investasi jangka panjang, namun dapat dilakukan untuk short-run atau trading dengan pertimbangan teknikal saja. Seorang investor yang cerdas akan menghindari saham dengan PER tinggi, apalagi saham itu mempunyai volatilitas yang tinggi sehingga memiliki potensi risiko yang tinggi pula.

Pada saat ini di mana harga saham berjatuhan, maka PER saham anjlok drastis hampir sebesar rata-rata 60% dan PER pasar sudah di bawah 10, maka ini merupakan sinyal kuat untuk memulai investasi nilai seiring dengan momentum krisis ekonomi.

Bahkan beberapa saham unggulan sudah mencapai PER di bawah 5. Bagi value investor momentum ini merupakan peluang investasi jangka panjangnya.

Semoga bermanfaat, selamat berinvestasi…

 

Sumber

Apa PBV Itu?? Pentingkah PBV Untuk Diperhatikan?

Apa PBV Itu?? Pentingkah PBV Untuk Diperhatikan?

 

Dalam berinvestai di Dunia Saham, banyak istilah-istilah Fundamental yang muncul, seperti ROA, ROE, ROI, DER, PER, EPS, PBV, dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini, GoSaham akan membahas mengenai Apa itu PBV? Pentingkah PBV itu?

Secara umum, P/BV adalah sebuah indikator penting dalam investasi walaupun sebagian analis menganggap sudah kurang relevan lagi karena berbagai alasan.

Namun, bagaimanapun juga, P/BV ini merupakan rasio yang sudah secara luas dipakai di berbagai analisis sekuritas dunia. Rasio P/BV ini didefinisikan sebagai perbandingan nilai pasar suatu saham (stock’s market value) terhadap nilai bukunya sendiri (perusahaan) sehingga kita dapat mengukur tingkat harga saham apakah overvalued atau undervalued.

Perhitungannya dilakukan dengan membagi harga saham (closing price) pada kuartal tertentu dengan nilai buku kuartal persahamnya. Beberapa pihak menyebutnya dengan “price-equity ratio”.

Semakin rendah nilai P/BV suatu saham maka saham tersebut dikategorikan undervalued, yang mana sangat baik untuk memutuskan investasi jangka panjang. Nilai rendah PBV ini harus disebabkan oleh turunnya harga saham, sehingga harga saham berada di bawah nilai bukunya atau nilai sebenarnya.

Namun, rendahnya nilai P/BV ini juga dapat mengindikasikan menurunnya kualitas dan kinerja fundamental emiten yang bersangkutan (fundamentally wrong).

Oleh karena itu, nilai P/BV harus kita bandingkan juga dengan P/BV sektor yang bersangkutan. Apabila terlalu jauh perbedaannya dengan P/BV industrinya maka sebaiknya perlu dianalisis lebih dalam lagi.

Menariknya, P/BV ini juga memberikan sinyal kepada investor apakah harga yang kita bayar/investasikan kepada perusahaan tersebut terlalu tinggi atau tidak jika diasumsikan perusahaan bangkrut tiba-tiba (bankrupt immediately).

Karena jika perusahaan bangkrut, maka kewajiban utamanya membayar utang terlebih dahulu, baru sisa aset (kalau ada) dibagikan kepada para pemegang saham. Ada kelemahan rasio keuangan ini, di mana nilai ekuitas dipengaruhi langsung oleh saldo laba perusahaan yang diakumulasi dari laba/rugi pada income statement.

Jadi konsep utama P/BV adalah kapitalisasi pasar dibagi oleh nilai buku. Nilai buku dapat dengan basis seluruh perusahaan atau per sahamnya saja. Rasio ini jelas membandingkan nilai pasar terhadap nilai perusahaan berdasarkan laporan keuangan (financial statements).

Maka dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai P/BV suatu saham mengindikasikan persepsi pasar yang berlebihan terhadap nilai perusahaan dan sebaliknya jika P/BV rendah, maka diartikan sebagai sinyal good investment opportunity dalam jangka panjang.

Namun untuk beberapa jenis perusahaan, rasio P/BV ini kurang ampuh lagi karena adanya kesulitan mendasar bagi akuntansi tradisional untuk perusahaan berbasis teknologi tinggi. Aset utama perusahaan jenis ini adalah ”intellectual property” yang merupakan ”great value” yang sulit dicatatkan dalam akuntansi keuangan biasa. Sehingga book value perusahaan jenis ini tidak merefleksikan kekayaan sebenarnya dari perusahaan teknologi ini.

Secara umum nilai P/BV ini lebih diminati oleh value investor ketimbang growth investor.

 

Tulisan ini dari Sumber.

Menerawang Kemana IHSG Akan Bernaung?

Menerawang Kemana IHSG Akan Bernaung?

logo-idx_20151118_163244

Ditulis Oleh: Nugroho Eka Budiyanto

Sarapan Pagi…

Pada Kesempatan awal minggu ini, GoSaham akan membahas mengenai pergerakan IHSG dalam seminggu terakhir. Dalam seminggu terakhir IHSG mengalami sideways dan pergerakan yang cukup sulit ditebak. GoSaham akan mengulasnya dari segi Analisis Teknikal untuk melihat “Kemanakah IHSG akan bernaung?”.

Pada awal analisis, kita hendaknya melihat untuk tren jangka menengah yaitu chart Monthly dari IHSG. IHSG sekarang ini berada pada area yang akan menjadi penentu kedepannya apakah tetap pada trend Bullish atau Bearish. IHSG masih mengalami dimana MA 5 Monthly belum ada tanda-tanda untuk naik dan kecenderungan masih jauh dari dukungan menjadi pijakan bagi candle IHSG bulan ini, ada kemungkinan IHSG akan mengalami koreksi dengan support 4427 dan resisten MA 22 Monthly 4936. Jika IHSG pada bulan Januari 2016 hingga bulan April 2016 tidak mampu bertahan diatas resisten MA 22, maka kemungkinan pada 2016 diatas bulan Mei, akan terjadi penurunan yang menyebabkan lebih rendah daripada tahun 2015. Dapat dilihat chart IHSG Sebagai Berikut:

  • Chart Monthly

2015Dec-COMPOSITE-800x600monthly

  • Chart Weekly

2015Dec-COMPOSITE-800x600weekly

  • Chart Daily

2015Dec-COMPOSITE-800x600

Jika IHSG dilihat dari sudut pandang chart Weekly, maka IHSG sudah 2 kali mencoba breaking MA 22 Weekly, dan jika mampu breaking MA 22, maka ada kemungkinan IHSG akan mengejar resisten MA 55 di 4966 dalam waktu dekat. IHSG dalam chart Dailynya masih berada area Bullish jangka pendek, mengingat MA 55 IHSG yang sudah mengarah keatas dan ada kemungkinan support IHSG selanjutnya berada di area 4420-4476.

Sekian Sajian dari GoSaham untuk kawan-kawan Trader, tetap jaga trading plan kawan-kawan dengan disiplin dan jangan menggunakan hasrat dan emosi dalam menjalankan Trading Plan kawan-kawan miliki. Terima kasih sebelumnya telah berkenan membaca.