Apa Itu ROA, ROE, ROI? Berpengaruhkah Dalam Valuasi Emiten Saham??

Apa Itu ROA, ROE, ROI? Berpengaruhkah Dalam Valuasi Emiten Saham??

 

Kita dalam menjadi Investor, membutuhkan beberapa Variabel yang digunakan untuk menghitung suatu Valuasi Perusahaan apakah layak menjadi tempat investasi atau tidak. Variabel seperti ROA, ROE, ROI serta PBV sering menjadi pertimbangan seorang Investor akan membelinya atau tidak.

Pengertian, Definisi Return on Investment

Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan ukuran atau indeks yang menunjukkan sebarapa besar laba atau keuntungan yang di dapat atas investasi yang telah ditanam pada perusahaan. Dengan kata lain seberapa besar investasi yang telah ditanam dapat dikembalikan menjadi keuntungan atau laba.

Return on Assets, ROA, Laba atas Aset

Laba atas Aset merupakan rasio keuangan yang merepresentasikan seberapa efektif  aset perusahaan digunakan  untuk menghasilkan laba.  Rasio ini memberikan informasi besarnya laba yang diperoleh dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Laba bersih adalah laba setelah bunga dan pajak, atau earning after interest and tax. Total asset merupakan modal dari pinjaman dan modal sendiri. Jadi pada dasarnya rasio ini menunjukkan laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri dan modal pinjaman. Formula untuk menghitung rasio Return on Assets, ROA, adalah sebagai berikut:

ROA = Laba bersih / Total Assets

Dari formulanya diketahui bahwa Return on Assets, atau ROA menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari seluruh asset yang dimilikinya. Nilai rasio 0,25 atau 25 persen menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 25 persen dari total asetnya.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari total asset perusahan menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan, semakin baik kinerja perusahaan tersebut.

Return on Equity, ROE, Laba atas Ekuitas

Laba atas ekuitas, atau Return on Equity, atau ROE merupakan rasio keuangan yang dapat  menunjukkan besarnya laba bersih  yang diperoleh dari ekuitas yang dimiliki perusahaan. Sedangkan equity merupakan modal yang dimiliki perusahaan sendiri, bukan dari pinjaman. Jadi pada dasarnya rasio ini menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh dari modal sendiri. Formula untuk menghitung rasio Return on Equity, ROE, adalah sebagai berikut:

ROE = Laba bersih / Ekuitas

Dari formulanya diketahui bahwa Return on Equity, atau ROE menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari equity yang dimilikinya. Nilai rasio 0,20 atau 20 persen menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 20 persen dari ekuitasnya.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari ekuitas menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri. ROE tinggi akan menyebabkan posisi pemilik modal perusahaan semakin kuat.

ROE > EM

Dimana EM adalah angka pengganda ekuitas ( equity multiplier )

EM = ( total aktiva ) / ( ekuitas )

Angka EM menunjukkan perbandingan antara total aktiva dengan total ekuitas. Makin besar angka EM maka komponen sumber dana dalam bentuk modal sendiri untuk membiayai aktiva semakin kecil. Jika ingin meningkatkan profitabilitas ( ROE dan ROA semakin besar ), maka bank mengalami penurunan dalam hal likuiditas karena angka EM makin besar yakni, yang berarti kewajiban bank semakin meningkat.

Pustaka:

Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta

Prihadi, T., 2008, “ 7 Deteksi Cepat Kondisi Keuangan: Analisis Rasio Keuangan, Studi Kasus Perusahaan Indonesia”, Penerbit PPM., Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *