Apa Itu Window Dressing Dan January Effect?

Apa Itu Window Dressing Dan January Effect?

A trader is pictured in front of the DAX board at the Frankfurt stock exchange March 28, 2011. REUTERS/Alex Domanski

Pada Bulan Desember ini, banyak orang yang berkecimpung di dunia Pasar Modal, membicarakan mengenai “Window Dressing” dan “January Effect”. Namun banyak yang belum mengerti apa istilah tersebut, utamanya bagi pemula di Pasar Modal. Mari kita cermati satu per satu apa yang dimaksud dari “Window Dressing” dan “January Effect”.

  • Window Dressing

Istilah ini merujuk pada trik marketing yang biasanya dilakukan oleh para fund manager untuk memperbaiki kinerja portofolio-nya. Idenya adalah dengan membeli saham-saham yang kinerjanya sedang bagus (harganya sedang naik) menjelang pengumuman laporan keuangan pada akhir kwartal.

Para fund manager yang melakukan ‘Window dressing’ biasanya akan menjual saham-saham yang kinerjanya kurang memuaskan dan menukarnya dengan membeli saham-saham yang kinerjanya sedang bagus sehingga portofolio-nya tampak lebih menjanjikan. Trader yang masuk pada saham-saham pilihan saat musim ‘Window dressing’ sebaiknya tidak menahan terlalu lama karena lonjakan harga tersebut biasanya hanya sementara.

  • January Effect

Istilah ini merujuk pada keadaan anomali khususnya pada pasar saham, dimana harga-harga saham naik pada bulan Januari. Biasanya trader membeli saham-saham pada harga yang relatif rendah sebelum Januari dan menjualnya setelah harga naik. Fenomena ini terjadi karena para investor perorangan yang sensitif terhadap pajak pendapatan biasanya menjual saham-saham yang merugi, atau saham-saham kecil yang kurang menguntungkan pada akhir tahun (karena alasan pajak) dan membelinya kembali pada awal bulan Januari.

Pada pasar forex yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika indeks harga saham menguat berarti terjadi risk appetite (kecenderungan untuk lebih berani mengambil resiko) pada saham-saham sehingga nilai tukar mata uang cenderung melemah. Seperti yang pernah terjadi di AS, ketika indeks saham S&P 500 dan indeks Dow Jones 30 menguat tajam maka USD cenderung melemah. Jadi ‘January effect’ biasanya menyebabkan indeks saham naik dan nilai tukar mata uang melemah, dan terjadi hanya sementara.

Sumber: www.clarkfinancial.com : Can You Make Money with Stock Market Seasonality Patterns?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *