Mengenal 6 Jenis Perusahaan untuk Invest

Mengenal 6 Jenis Perusahaan untuk Invest

Jika kita ingin menjadi Investor saham pastinya kita tidak ingin hanya berinvestasi tanpa mengenal isi dari perusahaan tersebut, Warren Buffet sering mengatakan berinvestasilah di dalam perusahaan yang masuk dalam circle of competence Anda, artinya kita sangat familiar dengan perusahaan tersebut, tau bagaimana cara perusahaan tersebut mencetak laba, dan tau arah perusahaan tersebut kedepan, dalam artikel ini Ibnu Gosaham akan sharing tentang Mengenal 6 Jenis Perusahaan untuk Invest dan apa yang akan kita lakukan terhadap perusahaan tersebut.

 

1. Stallwart Company

Stallwart Company adalah perusahaan yang sudah mature yang sangat kuat dalam menguasai pangsa pasar, Stallwart Company di Indonesia contohnya adalah KLBF,UNVR,HMSP,GGRM,BBCA,BBRI perusahaan ini selain menguasai pangsa pasar yang sangat besar, dia juga masih mempertahankan eksistensinya. yang jadi masalah terhadap perusahaan ini adalah terkadangan pertumbuhannya tidak secepat perusahaan fast grower, akan tetapi tetap memberikan keuntungan yang konsisten dari waktu ke waktu. Stallwart company yang tidak bisa membukukan eksistensinya maka dia akan menjadi slowgrower (ditandai dengan minimnya inovasi, trend penjualan yang turun, dll).

Action: Perusahaan ini sangat cocok untuk investor saham pada usia mendekati pensiun karena perusahaan ini menjanjikan keamanan,kepastian, dan rutinitas dalam pembagian deviden.

2. Fast Grower Company

Fast Grower company adalah perusahaan yang sedang bertumbuh menuju Stallwart company. Perusahaan ini dikenal dengan pertumbuhan penjualan yang tinggi YoY, sering melakukan ekspansi dan akuisisi, dan menutup kemungkinan tidak membagikan deviden (cash yang tersedia digunakan untuk Invest). sebagai contoh perusahaan yang termasuk Fast Grower adalah AISA, perusahaan ini sangat agresif untuk berekspansi dari awal mula bisnis Mie, lalu mengakuisisi Taro dari Unilever dan sekarang mengembangkan Brand Beras. contoh lain adalah LPCK yang bermula dari kawasan industri kini membangun kota terintregrasi.

Action: tujuan berinvestasi di fast grower adalah mengejar ten bagger (harga saham menjadi naik 10x lipat dalam 5-10 tahun kedepan).

3. Slow Grower Company

Slow Grower Company adalah Stallwart Company yang gagal mempertahankan eksistensinya baik kalah oleh Perusahaan lain, atau memang industry yang sudah jenuh. banyak perusahaan yang dahulu jaya akan tetapi lambat laun jadi melemah kondisinya contohnya adalah emiten Kertas: INKP,TKIM dan perusahaan manufaktur khususnya tekstil banyak masuk dalam kategori ini. cara melihatnya adalah kecilnya Return On Equity dan menurunnya EPS.

Action: jangan berinvestasi di perusahaan slow grower, dan jagalah saham stallwart anda jika menunjukkan tanda tanda menjadi slow grower anda bisa pindahkan ke perusahaan dengan performa yang lebih baik.

4. Cyclical Company

Cyclical Company adalah perusahaan yang menunjukkan performa berdasarkan siklus skonomi. Emiten yang termasuk Cyclical Company adalah emiten tambang, emiten perkebunan, emiten property, dll. Perusahaan perusahaan tersebut sangat tergantung dari faktor eksternal (harga komoditi, daya beli masyarakat,dll)

Action: Belilah saham Cyclical company ketika industry bergerak dari masa yang sangat lesu menjadi ke arah membaik (contoh ditandai dengan naiknya komoditi) dan juallah ketika siklus mulai menandakan kejenuhan. 

5. Asset Play Company

Asset Play Company adalah perusahaan yang diukur bukan menitik beratkan pada performa perusahaan akan tetapi berdasarkan nilai Asset Perusahaan tersebut. cara mengidentifikasi perusahaan Asset Play adalah dengan PBV yang sangat murah. contoh emiten yang termasuk Asset Play adalah INDY diawal tahun 2016 dinilai dengan PBV hanya 0.2, ketika ada sentimen terhadap emiten tersebut harganya cenderung naik.

Action: carilah perusahaan dengan PBV yang sangat murah, yang dimana perusahaan tersebut cukup dikenal oleh masyarakat (sehingga akan ada sentimen positif untuk mengangkat harga)

6. Turn Over Company

Turn Over Company adalah perusahaan yang berpeforma tidak baik, lalu diakusisi perusahaan yang lain yang membawa perubahan atas perusahaan tersebut ke arah yang lebih baik. Contoh perusahaan yang masuk dalam Turn Over adalah BEKS (pasar berharap setelah diakuisisi Pemprov Banten menjadi lebih baik), BUMI (setelah ada keputusan restruktasi hutang). dll.

Action: carilah perusahaan yang memiliki nilai jangka panjang yang baik, dan diakuisisi oleh induk yang menunjukkan kinerja bagus. sehingga 5-10tahun kedepan diharapkan menjadi fast grower company.

 

inilah artikel mengenai Mengenal 6 Jenis Perusahaan untuk Invest yang Ibnu Gosaham susun, bagi yang mau Join Grup Whatsapp untuk diskusi dan belajar bersama bisa hubungin Ibnu di WA 087835702233

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *