Masih Galau Soal Market??? Hayatilah Apa Itu “The Power Of Now”

Masih Galau Soal Market??? Hayatilah Apa Itu “The Power Of Now”

EckhartTolle

Pada Kesempatan ini, Go Saham akan berbagi motivasi untuk rekan-rekan trader sekalian. Dengan kondisi Market yang luar biasa fluktuatif, pasti banyak mengalami dengan pencapaian yang tidak sesuai target, penat karena saham yg dibeli turun banyak, pikiran yang tidak tenang, dll. Namun sebetulnya jika kita mengetahui bagaimana cara bekerjanya kehidupan dan ilmu kehidupan, maka kita tidak akan mengalami seperti yang disebutkan sebelumnya. Go Saham akan berbagi nasehat mengenai arti bersyukur, lapang dada, dan menerima keadaan sekarang dalam tulisan “The Power Of Now” dari Eckhart Tolle bagi teman-teman trader sekalian, berikut tulisan resume dari Beliau:

The Power of Now, by Eckhart Tolle

  1. You are not your mind. Be aware of your thinking.

“Being must be felt. It can’t be thought.”

“The primary cause of unhappiness is never the situation but thought about it. Be aware of the thoughts you are thinking. Separate them from the situation, which is always neutral. It is as it is.”

“In today’s rush we all think too much, seek too much, want too much and forget about the joy of just Being.”

  1. There is no past. There is no future. Only the present moment.

Problems are created because we are stuck in the past or future.

“Stress is caused by being “here” but wanting to be “there,” or being in the present but wanting to be in the future.”

“The past has no power over the present moment.”

“Realize deeply that the present moment is all you have. Make the NOW the primary focus of your life.”

“As soon as you honor the present moment, all unhappiness and struggle dissolve, and life begins to flow with joy and ease. When you act out the present-moment awareness, whatever you do becomes imbued with a sense of quality, care, and love – even the most simple action.”

“The mind unconsciously loves problems because they give you an identity of sorts.”

“Unease, anxiety, tension, stress, worry — all forms of fear — are caused by too much future, and not enough presence. Guilt, regret, resentment, grievances, sadness, bitterness, and all forms of nonforgiveness are caused by too much past, and not enough presence. Most people find it difficult to believe that a state of consciousness totally free of all negativity is possible. And yet this is the liberated state to which all spiritual teachings point. It is the promise of salvation, not in an illusory future but right here and now.”

  1. Be aware of the difference between your “life” and “life situation.”

“Life will give you whatever experience is most helpful for the evolution of your consciousness. How do you know this is the experience you need? Because this is the experience you are having at the moment.”

“Whatever the present moment contains, accept it as if you had chosen it.”

“Any action is often better than no action, especially if you have been stuck in an unhappy situation for a long time. If it is a mistake, at least you learn something, in which case it’s no longer a mistake. If you remain stuck, you learn nothing.”

  1. Be aware of your Pain-Body.

“Just as you cannot fight the darkness, you cannot fight the pain-body. Trying to do so would create inner conflict and thus further pain. Watching is enough. Watching it implies accepting it as part of what *is* at that moment.”

“The pain-body, which is the dark shadow cast by the ego, is actually afraid of the light of your consciousness. It is afraid of being found out.”

  1. Take care of the inside.

“You attract and manifest whatever corresponds to your inner state.”

“If you get the inside right, the outside will fall into place. Primary reality is within; secondary reality without.”

“Your outer journey may contain a million steps; your inner journey only has one: the step you are taking right now.”

“If you get the inside right, the outside will fall into place.”

  1. Drop the negativity.

“Once you have identified with some form of negativity, you do not want to let it go, and on a deeply unconscious level, you do not want positive change. It would threaten your identity as a depressed, angry or hard-done by person. You will then ignore, deny or sabotage the positive in your life. This is a common phenomenon. It is also insane.”

“The light is too painful for someone who wants to remain in darkness.”

“See if you can catch yourself complaining, in either speech or thought, about a situation you find yourself in, what other people do or say, your surroundings, your life situation, even the weather. To complain is always nonacceptance of what is. It invariably carries an unconscious negative charge. When you complain, you make yourself into a victim.”

“Where there is anger there is always pain underneath.”

“Is there a difference between happiness and inner peace? Yes. Happiness depends on conditions being perceived as positive; inner peace does not.”

  1. Pay attention and surrender to the Now.

“Accept — then act. Whatever the present moment contains, accept it as if you had chosen it. Always work with it, not against it. Make it your friend and ally, not your enemy. This will miraculously transform your whole life.”

“The moment that judgment stops through acceptance of what is, you are free of the mind.”

“If you are present, there is never any need for you to wait for anything. So next time somebody says, “Sorry to have kept you waiting,” you can reply, “That’s all right, I wasn’t waiting. I was just standing”

“Gratitude for the present moment and the fullness of life now is true prosperity.”

Ingin Sukses, Inilah Nasehat Bijak Owner Garuda Food

Ingin Sukses, Inilah Nasehat Bijak Owner Garuda Food

sudhamek_416x416

Siapa yang tidak ingin memiliki impian menjadi orang yang mampu mencapai kesuksesan, pastinya semua ingin mencapai itu. Namun untuk mencapai itu, kita memerlukan seorang panutan/ contoh/ role model yang telah mengalami pengalaman dan mencapai hikmah perjalanan usaha berliku. Ada seseorang owner dari perusahaan besar bernama Sudhamek AWS yang memiliki Garuda Food. Beliau termasuk 40 orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes. Beliau membagikan nasehat untuk setiap orang jika ingin mencapai kesuksesan di segala bidang, tidak terkecuali bagi para Investor di dunia saham. Berikut Nasehat dan Kata Bijak dari Sudhamek AWS Sang Owner Garuda Food:

Sukses Berbisnis Dengan Spiritual

Om money come to my home

3 jenis manusia terdiri dari :

  1. Pemberi
  2. Transaksional (selalu memikirkan untung rugi)
  3. Penerima

Yang akan sukses dan gagal adalah pemberi. Sedangkan no 2 dan 3 akan jadi org biasa2.

Syarat pemberi sukses : tulus dan cerdas. Jika hanya tulus, akan gagal.

3 jenis kehidupan :

  1. Hidup menyenangkan

contoh : yang mengejar materi, bisa foya2.

hasil : Tidak ada hubungan dengan kebahagiaan.

  1. Hidup yang sehat

contoh : yang cenderung balance, mau sehat, makan yang sehat, olahraga.

hasil : Hanya sedikit hubungan dengan kebahagiaan.

  1. Hidup yang bermakna

contoh : hidup dgn spiritual, tidak ego sentris, berdedikasi.

hasil : Banyak hubungan dgn kebahagiaan.

Kehidupan kita sdh lama mengembara tidak ada tujuan, mengapa tidak mencoba yang baru, supaya hidup bisa berkelanjutan dgn baik.

Formula kebahagiaan :

Apa yang dilihat orang rata2 : Apa yang kita miliki / (dibagi dengan) keinginan.

Karena keinginan adalah tak terhingga, sehingga hampir mustahil mencapai kebahagiaan.

Apa yang dilihat orang dgn hidup bermakna : Mensyukuri apa yang dimiliki / (dibagi dengan) mendapat apa yang anda inginkan

Jika rasa bersyukur tinggi terhadap apa yang kita dapatkan, maka kebahagiaan akan tinggi.

Kunci ekonomi spiritual :

  1. Kerja keras melalui kejujuran, keahlian, komitmen.
  2. Cara penggunaannya : 50% utk investasi kembali, 25% utk tabungan/menyumbang, 25% utk sehari2.
  3. Bergaul dengan orang yang tepat.
  4. Hidup dengan kemampuan yang ada. Berhutang boleh asal punya kemampuan membayar.

Cara memperoleh kekayaan/sukses:

  1. Cara memperolehnya dgn benar, baik secara agama, hukum, dan etika.
  2. Cara menggunakannya dgn benar, digunakan untuk kepentingan sendiri bisa saja asal tidak merugikan yang lain.
  3. Cara pandang batin kita. Kebahagiaan kita tidak tergantung dengan kepemilikan. Kekayaan harus menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Mengembangkan perusahaan berbasis spiritual.

Pendekatan utk kebaikan semua pihak, karyawan, investor, supplier, pelanggan, dan lingkungan, jadi bukan dengan agama.

Keyakinan akan jalan yang kita tempuh akan melahirkan energi utk sukses.

Pertanyaan, apakah spiritual dan bisnis bisa bersatu?

Arti dari perusahaan spiritual :

– perusahaan : kumpulan dari sebuah komunitas yang memiliki tujuan yang sama.

– spiritual : membangun orangnya.

– perusahaan spiritual : komunitas yang membangun orang2nya.

Cara membangun bisnis:

  1. Tentukan nilai2 spiritual terlebih dulu
  2. Tentukan jenis bisnis yang sesuai dgn nilainya
  3. Membangun budaya sesuai nilai, dengan cara membangun sistem
  4. Menyentuh setiap karyawan, supaya mereka berkembang

Lakukan Key Performing Index di organisasi. Dengan adanya KPI dari dan untuk atasan, bawahan, dan rekan sederajat.

Cara merubah nasib :

Ubah kesadaran, tindakan berubah, kebiasaan berubah, karakter berubah, maka nasib berubah.

Aksara china mendengar, terdiri dari :

– telinga utk mendengar,

– mata utk mengamati,

– hati yang terbuka,

– dan akhirnya akan jadi raja.

Karena itu, selalu terbuka.

Hati-hati jika profesi kita adalah membagi ilmu. Karena ada kebiasaan didengar oleh semua level, baik tua, muda, kaya, miskin. Nantinya rasa sombong menjadi besar.

Ini adalah paradigma kemerosotan : dari hati pemula (yang terbuka utk perubahan) menjadi hati ahli (yang tertutup utk perubahan).

Beberapa hal :

– Membangun budaya butuh waktu.

– Jika dirugikan oleh pesaing, tempuh jalur hukum. Jika kalah juga sdh berusaha maksimal.

– Jalankan jika sudah siap. Jika tidak siap, lakukan kompromi sambil bersiap lagi.

– Jika orang sdh melihat kebaikan kita, mereka akan menghormati kita.

– Tantangan terbesar mendirikan perusahaan spiritual ada di dalam kita, bukan dari luar.

– Inti dari spiritual adalah kebijaksanaan, diwujudkan dgn welas asih, dan dikembangkan dgn kesadaran penuh.

Money comes and goes, spirituality comes and grows.