Akankah Saham ELSA Sesuram Oil Ataukah Menjadi Berliankah?

Akankah Saham ELSA Sesuram Oil Ataukah Menjadi Berliankah?

Ditulis Oleh: Nugroho Eka Budiyanto

ELNUSA

Sarapan Pagi…

Pada Kesempatan ini, GoSaham akan membahas mengenai Saham ELSA. Apa yang sedang terjadi pada pergerakan saham ELSA disebabkan faktor jatuhnya harga Minyak Dunia. Namun yang perlu diketahui adalah ELSA beroperasi tidak hanya di sektor hulu saja, melainkan juga di sektor Hilir. Kejatuhan harga Minyak Dunia hanya sementara dikarenakan Demand dari Minyak mentah yang masih tinggi walaupun saat ini Minyak sudah oversupply. Harga operasional lifting minyak antara 30an-40an, maka harga keekonomian Minyak adalah diatas 40an dollar per barel, suatu saat minyak akan kembali ke arah sana. Kembali pada pembahasan ELSA, ELSA ditunjang dari sektor hilir selain sektor hulu, maka perusahaan ini akan melakukan efisiensi dan pengetatan manajemen untuk bertahan. Saat ini harga saham ELSA sudah termasuk undervalue karena sudah mencapai score senilai 10 atau area under value to invest. Namun perlu dibahas juga apakah ELSA akan tertekan kembali, maka kita perlu melihat dari segi analisis Teknikal dari ELSA sebagai berikut:

  • Daily

 2016Jan-Elnusa Tbk.-800x600

  • Weekly

2016Jan-Elnusa Tbk.-800x600weekly

  • Monthly

2016Jan-Elnusa Tbk.-800x600monthly

Dari Teknikal secara Daily-Weekly, dan Monthly, Saham ELSA sudah jenuh jual, dan kemungkinan pada potensi support 205 adalah support terbaik untuk mencicil beli saham ini mengingat perusahaan ini memiliki kinerja baik.

Sekian sajian Sarapan Pagi dari GoSaham untuk kawan-kawan trader sekalian, semoga sajian Gosaham bermanfaat bagi kawan-kawan dalam mempertimbangkan investasi di dunia saham. Terima Kasih Sebelumnya.

Apa Itu Window Dressing Dan January Effect?

Apa Itu Window Dressing Dan January Effect?

A trader is pictured in front of the DAX board at the Frankfurt stock exchange March 28, 2011. REUTERS/Alex Domanski

Pada Bulan Desember ini, banyak orang yang berkecimpung di dunia Pasar Modal, membicarakan mengenai “Window Dressing” dan “January Effect”. Namun banyak yang belum mengerti apa istilah tersebut, utamanya bagi pemula di Pasar Modal. Mari kita cermati satu per satu apa yang dimaksud dari “Window Dressing” dan “January Effect”.

  • Window Dressing

Istilah ini merujuk pada trik marketing yang biasanya dilakukan oleh para fund manager untuk memperbaiki kinerja portofolio-nya. Idenya adalah dengan membeli saham-saham yang kinerjanya sedang bagus (harganya sedang naik) menjelang pengumuman laporan keuangan pada akhir kwartal.

Para fund manager yang melakukan ‘Window dressing’ biasanya akan menjual saham-saham yang kinerjanya kurang memuaskan dan menukarnya dengan membeli saham-saham yang kinerjanya sedang bagus sehingga portofolio-nya tampak lebih menjanjikan. Trader yang masuk pada saham-saham pilihan saat musim ‘Window dressing’ sebaiknya tidak menahan terlalu lama karena lonjakan harga tersebut biasanya hanya sementara.

  • January Effect

Istilah ini merujuk pada keadaan anomali khususnya pada pasar saham, dimana harga-harga saham naik pada bulan Januari. Biasanya trader membeli saham-saham pada harga yang relatif rendah sebelum Januari dan menjualnya setelah harga naik. Fenomena ini terjadi karena para investor perorangan yang sensitif terhadap pajak pendapatan biasanya menjual saham-saham yang merugi, atau saham-saham kecil yang kurang menguntungkan pada akhir tahun (karena alasan pajak) dan membelinya kembali pada awal bulan Januari.

Pada pasar forex yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika indeks harga saham menguat berarti terjadi risk appetite (kecenderungan untuk lebih berani mengambil resiko) pada saham-saham sehingga nilai tukar mata uang cenderung melemah. Seperti yang pernah terjadi di AS, ketika indeks saham S&P 500 dan indeks Dow Jones 30 menguat tajam maka USD cenderung melemah. Jadi ‘January effect’ biasanya menyebabkan indeks saham naik dan nilai tukar mata uang melemah, dan terjadi hanya sementara.

Sumber: www.clarkfinancial.com : Can You Make Money with Stock Market Seasonality Patterns?

Yuk Kenalan Sama Mr. Market

Yuk Kenalan Sama Mr. Market

 

Dalam Investasi di Bursa, Pergerakan Market adalah sesuatu yang susah diprediksi, banyak analis yang mencoba menebak nebak arah market mau kemana, IHSG besok naik atau turun, juga ada yang menebak-nabak dengan berbagai macam faktor. Sejauh pengetahuan penulis “Tidak ada yang bisa tau kemana arah Market”. Tahun lalu ketika IHSG 5500 banyak analis yang bilang bahwa IHSG akan menuju 6000, di tahun 2008 ketika pasar panik sampai BEI melakukan batas penurunan, banyak analis juga melakukan analisa bahwa IHSG akan tembus dibawah 1500, faktanya belum mencapai 1500 IHSG langsung Rebound. So Kita harus gimana dunk? justri itu kita harus kenalan dengan Mr. Market supaya tidak amsiong lagi.

Siapa itu Mr. Market?

Mr. Market adalah istilah yang digunakan oleh Benjamin Graham di buku Intellegent Investor. Ketika Anda Investasi Saham Partner terbesar Anda adalah Mr. Market. Mr. Market adalah seorang yang punya mood swing sangat tinggi seperti seseorang yang terkena penyakit Bipolar Disorder. Ketika Mr. Market sedang Happy dia akan menaikkan harga seenaknya sendiri, Euforia sehingga harga menjadi tidak masuk akal. Jika Mr. Market lagi galau dia menjadi Depressi, dia mengobral harga sehingga harga menjadi Luar biasa murah, dan dibawah nilai intrinsiknya.

Cara kita sebagai investor ritel mengambil keuntungan dari kondisi ini adalah Jangan membeli saham ketika Mr. Market lagi happy, belilah saham ketika Mr. Market sedang Galau. ketika Mr Market sedang Galau harga saham akan terdiskon sangat murah disitulah Anda baru masuk.

Mr. Market itu Partner, bukan Boss Anda

the-return-of-uncertainty-and-how-investors-can-deal-with-it-safal-niveshak-46-728

Warren Buffet selalu mengakatakan “Mr Market ada untuk membantu Anda bukan untuk memerintah Anda”. Banyak Investor gagal dalam berinvestasi saham karena mereka menjadikan Mr. Market sebagai Boss. Ketika Mr. Market Happy harga menjadi sangat tinggi Kita malah ikut-ikutan Happy (ikut beli), sedangkan ketika Mr. Market lagi Galau eh kitanya malah ikut-ikutan Galau. Seharusnya jutsru kebalikannya, Ketika Mr. Market Happy kita harus galau karena harga yang dijual jadi tinggi kita jadi nggak bisa beli. Ketika Mr. Market Galau seharusnya kita happy, ibarat kita mau beli rumah Mr. Market lagi obral rumahnya karena lagi galau-butuh duit.

Terus Gimana caranya?

berikut adalah beberapa tips sederhana untuk mengenal Mr. Market:

  • Hindari membeli ketika harga saham (berfundamental baik) pada posisi High Year To Date, belilah ketika harga pada posisi low Year to Date atau lebih baik pada 5 Years Low.
  • Hindari membeli saham ketika skor P/E Ratio diatas 12, belilah saham ketika P/E ratio dibawah 10, kecuali saham yang Luar Biasa baik (UNVR,dll)
  • Lakukan Management Portofolio yang baik, hanya gunakan max 15% modal dalam 1 emiten & jangan gunakan margin.
  • Berinvestasilah dalam Range mingguan bukan harian. maka anda akan tenang menjalaninya.

Saham Apa yang masuk Kriteria Mr. Market Galau?

Sebenarnya banyak saham yang sedang diobral murah, akan tetapi kembali ke Time Frame Investasi Anda. Untuk Saat ini (16/12/2015), kami melihat saham UNTR sedang galau, baru kemarin terjadi rebound yang sangat tinggi, akan tetapi penulis sudah akum sejak minggu lalu :D. KLBF juga pada posisi Galau, karena support berada di harga 1.250, selain itu ada saham SSIA yang pada posisi area low. (Disc On).

Semoga artikel tentang Mr. Market bermanfaat untuk para pembaca :D. Terima Kasih

Yuk Belajar Saham Bareng-bareng

Bagi yang berminat bergabung di Komunitas GoSaham bisa add FB Penulis atau kontak via WA 087835702233, Kita ada grup FB & WA sebagai wadah untuk share info bersama

Ingin Sukses Investasi Saham, Inilah 25 Aturan Dari Peter Lynch

Ingin Sukses Investasi Saham, Inilah 25 Aturan Dari Peter Lynch

peter-lynch

Jika Anda adalah pengamat di Dunia Saham, maka akan pernah mendengar nama Peter Lynch dimana Beliau adalah seorang pebisnis dan pengelola dana besar(Reksadana) tersukes dalam zaman modern ini dari tahun 70an hingga 90an dengan growth asset sebesar 29% per tahun. Jika Anda ingin sukses menjadi Investor dalam dunia Saham, maka perlu memperhatikan 25 Aturan Investasi yang dilakukan Peter Lynch selama ini. Berikut GoSaham akan menuliskan:

25 Aturan Investasi Dari Peter Lynch

  1. Investasi itu menyenangkan, bergairah, dan berbahaya jika anda tidak mengerjakan PRmu.
  2. Keunggulan anda sebagai investor bukanlah sesuatu yang didapat dari ahli saham di Wall Street. Anda bisa mengalahkan para ahli jika anda berinvestasi di perusahaan yang anda ketahui.
  3. Selama 30 tahun terakhir, pasar saham dipenuhi oleh para profesional investor. Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, ini membuat lebih gampang investor amatir, anda, untuk mengalahkan pasar jika anda mengacuhkan gerombolan itu.
  4. Di belakang setiap saham ada perusahaan. Cari tahu apa yang dia lakukan.
  5. Sering tidak ada hubungan antara kisah sukses perusahaan dalam beroperasi dengan kesuksesan saham untuk jangka pendek. Tapi untuk jangka panjang, hubungan ini adalah 100 persen. Dan perbedaan inilah kunci menghasilkan untung. Adalah berharga untuk sabar, dan memiliki perusahaan yang sukses.
  6. Anda harus mengetahui apa yang anda miliki, dan mengapa anda memilikinya. “Ini akan segera naik!!!!!” tidaklah termasuk.
  7. Lemparan jarak jauh cenderung untuk meleset.
  8. Memiliki saham seperti memiliki anak – jangan terlibat dengan jumlah yang melebihi kapasitas anda.
  9. Jika anda tidak bisa menemukan perusahaan yang menarik bagi anda, taruhlah uang anda di bank sampai anda menemukannya.
  10. Jangan pernah berinvestasi di perusahaan tanpa mengerti keuangannya. Kerugian terbesar datang dari saham dengan laporan keuangan yang jelek. Selalu lihat laporan keuangan untuk melihat apakah perusahaannya kuat sebelum anda mempertaruhkan uang anda.
  11. Hindari saham favorit di industri favorit. Perusahaan hebat, di industri yang dingin, konsisten sebagai pemenang.
  12. Dengan perusahaan kecil, anda lebih baik menunggu sampai mereka menghasilkan laba sebelum anda berinvestasi.
  13. Jika anda ingin berinvestasi di perusahaan yang bermasalah, belilah perusahaan yang memiliki kekuatan bertahan. Dan tunggu signal pemulihannya. Ada industri yang tidak akan pernah membaik.
  14. Jika anda berinvestasi $ 1.000 di saham, paling sial anda akan kehilangan $ 1.000, tapi jika anda sabar, keuntungan $ 10.000 atau $ 50.000 menanti anda. “Orang2 biasa” biasa dapat memegang beberapa perusahaan terbaik, sedangkan para fund manager wajib melakukan diversifikasi. Dengan memiliki terlalu banya saham, anda kehilangan keuntungan dari konsentrasi. Diperlukan hanya sedikit saham pemenang untuk menghasilkan keuntungan maksimal seumur hidup.
  15. Di setiap industri dan daerah, selalu ada orang amatir yang bisa menemukan perusahaan hebat yang sedang bertumbuh jauh sebelum dilakukan para profesional.
  16. Penurunan di pasar saham adalah kepastian seperti badai Januari di COlorado. Jika anda bersiap, ini tidak akan melukai anda. Penurunan adalah kesempatan untuk memungut diskon yang ditinggalkan oleh kepanikan investor yang kabur dari badai.
  17. Setiap orang memiliki kecerdasan untuk sukses di saham, tapi tidak untuk mental. Jika anda cenderung panik, anda harus menghindari berinvestasi di pasar saham.
  18. Selalu ada yang harus dikuatirkan. Hindari beban di weekend, dan jauhi prediksi para analis. Jual saham hanya ketika fundamental berubah, bukan karena langit jatuh.
  19. Tidak ada yang bisa memprediksi suku bunga, masa depan ekonomi, ataupun pasar saham. Jauhi semua ramalan dan konsentrasi saja pada apa yang sedang terjadi di perusahaan yang anda investasikan.
  20. Jika anda mempelajari 10 perusahaan, anda akan menemukan 1 yang bagus. Jika anda melihat 50, anda akan menemukan 5. Selalu ada kejutan menyenangkan di pasar saham – perusahaan yang diabaikan oleh para ahli.
  21. Jika anda tidak memperlajari perusahaan, rasio sukses anda di pasar saham sama seperti jika anda bermain poker tanpa melihat kartu.
  22. Waktu ada di pihak anda ketika anda memiliki perusahaan yang hebat. Yang penting anda sabar menanti – bahkan jika anda melewatkan wall-mart di 5 tahun pertama, adalah saham yang bagus untuk 5 tahun berikutnya.
  23. Jika anda ada mental, tapi tidak ada waktu atau kemampuan mengerjakan PR, investasikan dalam reksadana. Diversifikasi menurut keperluan dan jenis reksadananya. Memiliki 6 yang sama bukanlah diversifikasi.
  24. Di antara pasar saham utama di dunia, pasar Amerika ada di urutan 8 profit sepanjang 10 tahun terakhir. Anda bisa mendapat lebih dengan berinvestasi pada perusahaan yang bagus di luar negeri.
  25. Di jangka panjang, portofolio yang disusun dari saham yang bagus cenderung mengalahkan pasar uang. Di jangka panjang, portofolio yang disusun dari saham jelek tidak akan mengalahkan uang yang disimpan di bawah kasur.

Apa Itu ROA, ROE, ROI? Berpengaruhkah Dalam Valuasi Emiten Saham??

Apa Itu ROA, ROE, ROI? Berpengaruhkah Dalam Valuasi Emiten Saham??

 

Kita dalam menjadi Investor, membutuhkan beberapa Variabel yang digunakan untuk menghitung suatu Valuasi Perusahaan apakah layak menjadi tempat investasi atau tidak. Variabel seperti ROA, ROE, ROI serta PBV sering menjadi pertimbangan seorang Investor akan membelinya atau tidak.

Pengertian, Definisi Return on Investment

Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan ukuran atau indeks yang menunjukkan sebarapa besar laba atau keuntungan yang di dapat atas investasi yang telah ditanam pada perusahaan. Dengan kata lain seberapa besar investasi yang telah ditanam dapat dikembalikan menjadi keuntungan atau laba.

Return on Assets, ROA, Laba atas Aset

Laba atas Aset merupakan rasio keuangan yang merepresentasikan seberapa efektif  aset perusahaan digunakan  untuk menghasilkan laba.  Rasio ini memberikan informasi besarnya laba yang diperoleh dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Laba bersih adalah laba setelah bunga dan pajak, atau earning after interest and tax. Total asset merupakan modal dari pinjaman dan modal sendiri. Jadi pada dasarnya rasio ini menunjukkan laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri dan modal pinjaman. Formula untuk menghitung rasio Return on Assets, ROA, adalah sebagai berikut:

ROA = Laba bersih / Total Assets

Dari formulanya diketahui bahwa Return on Assets, atau ROA menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari seluruh asset yang dimilikinya. Nilai rasio 0,25 atau 25 persen menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 25 persen dari total asetnya.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari total asset perusahan menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan, semakin baik kinerja perusahaan tersebut.

Return on Equity, ROE, Laba atas Ekuitas

Laba atas ekuitas, atau Return on Equity, atau ROE merupakan rasio keuangan yang dapat  menunjukkan besarnya laba bersih  yang diperoleh dari ekuitas yang dimiliki perusahaan. Sedangkan equity merupakan modal yang dimiliki perusahaan sendiri, bukan dari pinjaman. Jadi pada dasarnya rasio ini menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh dari modal sendiri. Formula untuk menghitung rasio Return on Equity, ROE, adalah sebagai berikut:

ROE = Laba bersih / Ekuitas

Dari formulanya diketahui bahwa Return on Equity, atau ROE menunjukkan besarnya pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dari equity yang dimilikinya. Nilai rasio 0,20 atau 20 persen menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya 20 persen dari ekuitasnya.

Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari ekuitas menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri. ROE tinggi akan menyebabkan posisi pemilik modal perusahaan semakin kuat.

ROE > EM

Dimana EM adalah angka pengganda ekuitas ( equity multiplier )

EM = ( total aktiva ) / ( ekuitas )

Angka EM menunjukkan perbandingan antara total aktiva dengan total ekuitas. Makin besar angka EM maka komponen sumber dana dalam bentuk modal sendiri untuk membiayai aktiva semakin kecil. Jika ingin meningkatkan profitabilitas ( ROE dan ROA semakin besar ), maka bank mengalami penurunan dalam hal likuiditas karena angka EM makin besar yakni, yang berarti kewajiban bank semakin meningkat.

Pustaka:

Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta

Prihadi, T., 2008, “ 7 Deteksi Cepat Kondisi Keuangan: Analisis Rasio Keuangan, Studi Kasus Perusahaan Indonesia”, Penerbit PPM., Jakarta.

Apakah PER Itu?? Seberapa Pengaruhnya Dalam Valuasi Emiten?

Apakah PER Itu?? Seberapa Pengaruhnya Dalam Valuasi Emiten?

logo-idx_20151118_163244

PER dikenal sebagai salah satu indikator terpenting di pasar modal. Definisi resminya kira-kira adalah suatu rasio yang menggambarkan bagaimana keuntungan perusahaan atau emiten saham (company’s earnings) terhadap harga sahamnya (stock price).

Perhitungan rasio P/E atau PER dilakukan dengan cara membagi harga saham saat ini (current price of the stock) dengan keuntungan tahunan per saham (annual earnings per share-EPS).

Misalnya, emiten saham ABCD mempunyai keuntungan bersih per saham (earning per share) sebesar Rp200, dengan harga sahamnya saat ini Rp2.000 per lembar, maka PER ABCD adalah 10. Artinya jika kita berinvestasi saat ini pada saham ABCD maka masa kembali modal pokoknya (payback period)-nya sekitar 10 tahun.

Mengapa demikian? Itu karena kita membeli saham tersebut dengan 10 kali laba bersih per sahamnya (EPS) dengan asumsi inflasi 0% dan ABCD mempunyai tingkat keuntungan tetap Rp200 per saham.

Untuk mendapatkan tingkat imbal hasil saham (return), maka cukup dihitung dengan 1/PER saja, sebagai contoh imbal hasil ABCD adalah 1/10, yaitu 10% per tahunnya.

Kemudian kita bandingkan dengan return pasar, apabila return saham lebih tinggi dari return pasar, maka saham tersebut layak dibeli begitu juga sebaliknya. PER juga dapat dipakai untuk membandingkan kinerja antar saham atau antar sektor bahkan antar pasar dalam skala regional ataupun global.

PER juga merupakan angka psikologis bagi value investor dimana PER yang kecil akan lebih menarik dibandingkan dengan PER tinggi. PER rendah ini disebabkan oleh laba per saham yang relatif tinggi dibandingkan dengan harga sahamnya, sehingga tingkat return-nya lebih baik dan payback period-nya lebih singkat lagi. PER yang kecil merupakan salah satu pertimbangan utama bagi value investing di samping faktor-faktor lainnya.

Maka PER saham yang lebih tinggi dari PER pasar kurang baik untuk investasi jangka panjang, namun dapat dilakukan untuk short-run atau trading dengan pertimbangan teknikal saja. Seorang investor yang cerdas akan menghindari saham dengan PER tinggi, apalagi saham itu mempunyai volatilitas yang tinggi sehingga memiliki potensi risiko yang tinggi pula.

Pada saat ini di mana harga saham berjatuhan, maka PER saham anjlok drastis hampir sebesar rata-rata 60% dan PER pasar sudah di bawah 10, maka ini merupakan sinyal kuat untuk memulai investasi nilai seiring dengan momentum krisis ekonomi.

Bahkan beberapa saham unggulan sudah mencapai PER di bawah 5. Bagi value investor momentum ini merupakan peluang investasi jangka panjangnya.

Semoga bermanfaat, selamat berinvestasi…

 

Sumber

Apa PBV Itu?? Pentingkah PBV Untuk Diperhatikan?

Apa PBV Itu?? Pentingkah PBV Untuk Diperhatikan?

 

Dalam berinvestai di Dunia Saham, banyak istilah-istilah Fundamental yang muncul, seperti ROA, ROE, ROI, DER, PER, EPS, PBV, dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini, GoSaham akan membahas mengenai Apa itu PBV? Pentingkah PBV itu?

Secara umum, P/BV adalah sebuah indikator penting dalam investasi walaupun sebagian analis menganggap sudah kurang relevan lagi karena berbagai alasan.

Namun, bagaimanapun juga, P/BV ini merupakan rasio yang sudah secara luas dipakai di berbagai analisis sekuritas dunia. Rasio P/BV ini didefinisikan sebagai perbandingan nilai pasar suatu saham (stock’s market value) terhadap nilai bukunya sendiri (perusahaan) sehingga kita dapat mengukur tingkat harga saham apakah overvalued atau undervalued.

Perhitungannya dilakukan dengan membagi harga saham (closing price) pada kuartal tertentu dengan nilai buku kuartal persahamnya. Beberapa pihak menyebutnya dengan “price-equity ratio”.

Semakin rendah nilai P/BV suatu saham maka saham tersebut dikategorikan undervalued, yang mana sangat baik untuk memutuskan investasi jangka panjang. Nilai rendah PBV ini harus disebabkan oleh turunnya harga saham, sehingga harga saham berada di bawah nilai bukunya atau nilai sebenarnya.

Namun, rendahnya nilai P/BV ini juga dapat mengindikasikan menurunnya kualitas dan kinerja fundamental emiten yang bersangkutan (fundamentally wrong).

Oleh karena itu, nilai P/BV harus kita bandingkan juga dengan P/BV sektor yang bersangkutan. Apabila terlalu jauh perbedaannya dengan P/BV industrinya maka sebaiknya perlu dianalisis lebih dalam lagi.

Menariknya, P/BV ini juga memberikan sinyal kepada investor apakah harga yang kita bayar/investasikan kepada perusahaan tersebut terlalu tinggi atau tidak jika diasumsikan perusahaan bangkrut tiba-tiba (bankrupt immediately).

Karena jika perusahaan bangkrut, maka kewajiban utamanya membayar utang terlebih dahulu, baru sisa aset (kalau ada) dibagikan kepada para pemegang saham. Ada kelemahan rasio keuangan ini, di mana nilai ekuitas dipengaruhi langsung oleh saldo laba perusahaan yang diakumulasi dari laba/rugi pada income statement.

Jadi konsep utama P/BV adalah kapitalisasi pasar dibagi oleh nilai buku. Nilai buku dapat dengan basis seluruh perusahaan atau per sahamnya saja. Rasio ini jelas membandingkan nilai pasar terhadap nilai perusahaan berdasarkan laporan keuangan (financial statements).

Maka dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai P/BV suatu saham mengindikasikan persepsi pasar yang berlebihan terhadap nilai perusahaan dan sebaliknya jika P/BV rendah, maka diartikan sebagai sinyal good investment opportunity dalam jangka panjang.

Namun untuk beberapa jenis perusahaan, rasio P/BV ini kurang ampuh lagi karena adanya kesulitan mendasar bagi akuntansi tradisional untuk perusahaan berbasis teknologi tinggi. Aset utama perusahaan jenis ini adalah ”intellectual property” yang merupakan ”great value” yang sulit dicatatkan dalam akuntansi keuangan biasa. Sehingga book value perusahaan jenis ini tidak merefleksikan kekayaan sebenarnya dari perusahaan teknologi ini.

Secara umum nilai P/BV ini lebih diminati oleh value investor ketimbang growth investor.

 

Tulisan ini dari Sumber.

Akankah PGAS Mengegas Keatas?

Akankah PGAS Mengegas Keatas?

pgas

Ditulis Oleh: Nugroho Eka Budiyanto

Sarapan Pagi…

Pada Kesempatan kali ini, GoSaham akan membahas saham PGAS yang sudah lama berada dibawah 3000. PGAS merupakan perusahaan Jasa Penyaluran gas milik plat Merah yang memiliki kinerja baik manajemennya. Namun ketika harga terkoreksi, kita perlu untuk mengulas dahulu sebelum memutuskan apakah akan mengambil saham PGAS atau tidak.

GoSaham akan menganalisis saham PGAS berdasarkan Analisis Teknikal, baik chart Daily, chart Weekly, dan chart Monthly. Berdasarkan chart Daily, PGAS berada di persimpangan, jika mampu close diatas 2870, maka PGAS ada kemungkinan jangka pendek akan meneruskan trend Bullish. Untuk Chart Weekly, PGAS sedang berusaha untuk menuju Resisten MA 22 Weekly yang berada di 3165, jika beberapa minggu kedepan PGAS mampu menembus MA 22 Weekly dan bertahan diatas MA 22 Weekly, maka kedepannya akan berubah channel jangka menengah PGAS menuju Bullish dan mengejar Resisten di 4000an. Dapat Dilihat Chart Sebagai berikut:

Chart Daily

2015Dec-Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.-800x600

Chart Weekly

2015Dec-Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbkweek.-800x600

Chart Monthly

2015Dec-Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbkmonth.-800x600

Untuk Chart Monthly, MA 5 Monthly diperlukan menjadi pijakan kuat terdahulu bagi PGAS, jika bulan ini PGAS mampu bertahan diatas 3000, maka akan ada perubahan arah trend PGAS mengejar resisten 4645 untuk beberapa bulan kedepan. Saham ini layak untuk dipantau dan dikoleksi mengingat kinerja perusahaan yang baik serta harga valuasinya bagus dengan skor 4% bagi emiten LQ45.

Sekian Sajian Sarapan Pagi dari GoSaham, semoga bermanfaat bagi kawan-kawan Trader sekalian. Terima kasih sudah berkenan membaca artikel GoSaham Sebelumnya.

 

Akankah BIPI Menjadi Hadiah Black Friday?

Akankah BIPI Menjadi Hadiah Black Friday?

BIPI

Ditulis Oleh: Nugroho Eka Budiyanto

Sarapan Pagi…

Pada Kesempatan ini, GoSaham akan mengulas mengenai saham Jasa Pertambangan yaitu BIPI. Saham ini mengalami tekanan jual selama berbulan-bulan, namun apakah BIPI ada kemungkinan Rebound? GoSaham akan mengulas dari Analisis Teknikalnya. BIPI jika dipandang dari Teknikal Monthly, maka BIPI mengalami harga yang murah di harga 50. Pada posisi ini BIPI berada pada Out Of Bollingerband batas bawahnya. Kebanyakan saham yang keluar dari Bollingerband Bulanan, akan mengalami Rebound yang cukup signifikan. Dari Chart Weekly pun, BIPI akan mengalami support Bollingerband di 50, sedangkan Chart Daily, menunjukkan bahwa BIPI sudah berhari-hari termasuk hari ini, keluar dari jalur Bollingerband. Dapat Dilihat Chart Berikut ini:

Chart Daily

2015Dec-Benakat Integra Tbdaily.-800x600

Chart Weekly

2015Dec-Benakat Integra Tbkweek.-800x600

Chart Monthly

2015Dec-Benakat Integra Tbkmonth.-800x600

Sekian Sajian Sarapan Pagi dari GoSaham untuk Kawan-Kawan Trader. Semoga ulasan GoSaham bermanfaat bagi kawan-kawan Trader dalam mengambil keputusan investasi. Terima Kasih telah berkenan membaca Ulasan Kami.

Segurihkah Mengoleksi Saham INDF Seperti Makanannya?

Segurihkah Mengoleksi Saham INDF Seperti Makanannya?

Indofood

Ditulis Oleh: Nugroho Eka Budiyanto

Sarapan Pagi…

Pada Kesempatan ini, GoSaham akan membahas Saham INDF dari segi Analisis Teknikalnya melihat dari dampak kejatuhan sahamnya kemarin. Dari Indikator Monthly, saham INDF sudah saatnya dibeli kembali, kemungkinan ada Support Double Bottom pada 4560 dan potensi resisten 5175. Jika kita memandang dari chart weekly, maka minggu ini memang menjadi ujiannya apakah INDF akan benar-benar konfirmasi bearish jangka pendek atau tidak, jika MACD INDF Mingguan menjadi Dead Cross, maka kedepanny INDF bisa menuju 4560, namun jika mampu memantul di batas persimpangan, maka INDF akan menuju resisten 5175. Pada Chart Daily, INDF memiliki gap yg cukup lebar di 5400. Suatu saat akan menutup gap tersebut. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa Saham INDF layak dibeli dan dikoleksi karena memiliki potensi untuk rebound dan menuju 5400. Dapat Dilihat Chart Berikut:

Chart Daily

2015Nov-Indofood Sukses Makmur Tbk.-800x600

Chart Weekly

2015Nov-Indofood Sukses Makmur TbkWeek.-800x600

Chart Monthly

2015Nov-Indofood Sukses Makmur Tbkmonth.-800x600

Sekian Sajian Sarapan Pagi dari GoSaham. Semoga Sajian GoSaham bermanfaat bagi Kawan-Kawan Trader semua. Terima Kasih sudah membaca Ulasan GoSaham.